Thursday, November 30, 2006

MLM

Tadi malam waktu irma masih di kantor nungguin teman auditor balik, seorang kawan lama telpon.  Dia ini teman waktu kuliah dulu.  Entah dari mana dia dapat nomor handphone irma.  Karena emang sejak kuliah kita nggak akrab.  Dia mainnya sama anak-anak gaul, irma gabung sama yang cupu-cupu.  Pokoknya waktu kuliah dan sekolah dulu irma nggak populer deh.


 


Makanya irma heran waktu teman lama ini tiba-tiba kontak.  Beberapa minggu lalu juga dia telpon.  Trus dia bilang besok-besok dia akan hubungi irma lagi.  Pengen ketemu katanya.


 


“Halo Ma, gimana kabarnya ?  Anak-anak gimana ?  Sehat ?”


 


Ha-a, anak-anak ?


 


“Eh irma udah married kan Ma ?  Anaknya berapa ?”


 


Halah ini orang !  Udah sok akrab, sok tauuuuu pula !  Kalo yang lo maksud anak kucing, anak gukguk, gw udah nggak punya lagi.  Mana bisa pelihara yang gituan di tempat kost.  Pelihara anak orang, belum kesempatan.


 


“Ma, kapan nih Ma … ketemuan ?  Pengen ketemu deh.”


 


Tuing !  Radar irma langsung menangkap sesuatu yang nggak beres.


 


“Oi, bilang aja deh.  Lu mo nawarin apa, asuransi atau MLM ?”


“Haaa ??  Maa … kok lu tau sih gw mo ngajakin lu multi level marketing ?”


 


Tauuuuu lagi.  Bukan cuma sekali dua kali irma ditawarin MLM.  Sampai hapal tipikalnya.  Pas nawarin maniss bener.  Dibujuk-bujuk.  Diiming-iming.  Begitu irma bilang, ‘Nggak. Saya nggak minat.’  Langsung hilang nggak pernah ada kabar lagi.  Akrab dan kontak-kontak cuma karena ada maunya.  Bukan emang niat menjaga silaturahmi atau kekerabatan.


 


Gw tau daah … pokoknya kalo ada orang yang udah lama nggak ketemu terus berakrab-akrab en nghubungi secara intens, kalo bukan nawarin MLM biasanya doi nawarin polis asuransi jiwa …

Haruskah Hati Menciptakan Jarak


forward dari seorang teman ...


Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?" Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.". "Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"


Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."


Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."


Sang guru masih melanjutkan, "Ketika Anda sedang dilanda kemarahan,janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda.". (Source:Unknown)


Kesimpulan :  mari kita jatuh cinta ...

Penelpon brengsek


01-Dec-06  02:00 


From 0816122 


Anda telah dihubungi oleh +62818988945


Hah, gotcha !  Akhirnya dapat juga no telpon si brengsek ini !  Udah seminggu ini ada orang iseng yang misscall-misscall mulu ke handphone nya irma.  Nomornya nggak teridentifikasi.  'Withheld' gitu tulisannya di layar handphone.  Tiap kali irma angkat, telpon dia tutup.


Yang bikin kesal, dia selalu nelpon malam hari.  Nggak kira-kira malamnya.  Jam empat, setengah empat, kadang malah jam dua dini hari !  Satu-satunya waktu normal yang dia hubungi cuma jam setengah sembilan malam.  Itu juga dia tutup telponnya begitu irma bilang 'Halo ?'


Sebel deh.  Ngganggu banget !  Apalagi sampai ngbangunin orang di dini hari gitu.  Akhirnya telpon irma bikin silent mode sebelum tidur.  Lumayan nggak keganggu.  Tapi kan penasaran juga, siapa sih si brengsek pengganggu orang istirahat ini ?


Akhirnya tadi malam handphone irma matikan.  Trus tadi pagi waktu bangun tidur masuk sms dari Indosat dengan pesan seperti di awal tulisan ini.  Ha-a, ketahuan deh lo !  Tapi irma nggak kenal ini no telpon siapa.  Nggak ada teman irma atau client yang pake no ini.


dear +62818988945, gw nggak tau lo siapa.  and gw nggak peduli mau lo apa.  gw cuma pengen bilang, lo nggak berarti apa-apa di mata gw selain brengsek ...


 

Suami untuk temanku

Hari ini temen-temen irma pada ke Dufan.  Mereka ini temen main di kantor.  Temen makan siang bareng.  Temen hang out bareng sepulang kantor.  Temen curhat masalah kerjaan dan kesebelan kita sama situasi kantor.


 


Hari ini mereka beramai-ramai nggak masuk kantor.  Alasannya macem-macem.  Ada yang emang resmi ambil jatah cuti, ada yang bilang sakit, ada juga yang cuti haid.  Padahal sih pada ngelencer ke Dufan.  Huaaaaaa …. Irma nggak bisa ikutan L  Ada report dan planning yang harus dikerjain.  Besok pagi udah harus kelar.  Tadi aja ditelpon-telpon mulu sama client.


 


Kok pada ke Dufan hari ini sih, bukannya rencana semula hari Sabtu nanti ??  ‘Hoaaa Sabtu pasti penuuuuh banget ir.  Lagian kan hari ini ada yang ulang tahun,’ kata mereka.  Oh iya, satu dari mereka hari ini ultah.  Jadi hari ini mereka pada mo senang-senang di Dufan untuk merayakannya.


 


Hm, kasih kado apa ya ??  Kasak-kusuk, tanya sana tanya sini, setelah survey ke beberapa teman kesimpulannya : kasih aja kado …. SUAMI !  Abisnya dia sering banget didesak-desak ibunya untuk segera menikah.  Apalagi adiknya juga udah nikah malah punya anak.  Maklum deh dia anak perempuan paling besar.  Jadi ibunya gemes banget pengen anak yang satu ini bergegas naik pelaminan.


 


Lagipula teman yang satu ini baiiiik banget.  Dia yang pontang-panting di kantor nyiapin kertal-kertil kebutuhan para engineer, booking tiket, urus penginapan sampai kontak-kontak dengan client.  Kalau ada yang sakit, dia juga yang ngurusin bahkan kadang sampai nongkrongin di rumah sakit.  Hanya sekedar mastiin yang sakit ini segera dapat penanganan, nggak dibikin susah karena kantor pernah punya pengalaman nggak enak dengan asuransi.  Pokoknya kita para engineer tau beres aja deh.  Jadi dia itu semacam EO – event organizer – gitu.  Saking sibuknya dia ngurusin kita-kita, dirinya sendiri nggak keurus.  Kurus kering dan sering senewen akibat kurang perhatian.  Jadi wajar aja teman-teman yang lain berpikir kalau dia perlu orang lain buat merhatiin dia.  Idiiih … emang dijamin gitu, kalau ada suami bakalan ada yang merhatiin ?? 


 


Duh, suami.  Cari di mana ya ?  aku aja belum punya ini sekarang disuruh nyari buat orang lain  

Wednesday, November 29, 2006

Happy (belated) b’day Bu Isna !

Tadi pagi telpon Bu Isna, kakaknya irma yang di Bandung.  Awalnya curhat karena irma sebel orang yang ditagih bayar utang, nghindar mulu.  Sebel !  Pas dia butuh duit, irma didatangin sampai ke kantor.   Gilirannya ditagih, adaaa aja alasannya.  Ih kok jadi irma yang ngemis-ngemis ke dia.  Padahal ‘tu uang, uangnya irma.  Emang nggak bakat jadi debt collector deh si irma.  Nggak mau kasih pinjam dia lagi aahh …


 


Rupanya Bu Isna lagi baca multiply nya irma.  ‘Kok nggak ada selamat ulang tahun untukku sih ?’ katanya.  Lho kan waktu itu irma lagi di Batam, jadi nggak ada cerita tentang ultahnya Bu Isna di multiply nya irma.  Nggak dapat akses internet di sana.  Lagian waktu itu irma udah kirim sms kasih ucapan selamat ulang tahun.


 


‘Tapi yang untuk Teteh kok ada ? Huuu …’ protesnya.  Duh, maap.  Ini deh irma tulis di sini.


 


 


Selamat ulang tahun Bu Isna …


tetaplah ceria dan gendut selalu


agar empuk dan enak aku bersandar kepadamu


tapi yang utama tetaplah kuat untuk mendukung anak-anakmu  J


 


ps :


Bu, kadonya ntar ya.  Aku tau dikau lebih suka ku kasih tulisanku daripada kado sepatu macem yang kukasih ke teteh waktu dia ultah.  Tapi ceritaku baru sampai bab 5 dari rencana 12 bab yang akan kutulis.  Jadi sabar lah ya J

biar miskin asalkan bahagia

ndangdut banget nggak sih judulnya ?


Tadi malam sampai rumah menjelang jam sepuluh malam.  Capeeek banget.  Capek karena kerjaan, capek karena macet-macetan dari Kebun Jeruk sampai Gatotsubroto depan kantor.  Jakarta kemarin hujan deras.  Macet deh.


Pengennya buru-buru mandi dan bobo.  Tapi ternyata di tempat kost lagi ada kehebohan, sampai ibu kost panggil polisi.  Ternyata anak kamar atas kemalingan !  Jam setengah sembilan dia pulang dan waktu buka kamarnya, wuaaaa berantakan banget !  Uang dan barang-barang berharga nya hilang.  Paspor diembat juga !  Apa sih untungnya maling itu ngembat paspor ?  Emang laku ya kalau dijual ??


Jadi polisi dan seorang temannya yang berpakaian sipil sibuk nanya-nanya.  Semuaaaa ditanyain.  Dua orang kakak-adik yang kemalingan itu ditanya apa-apa aja yang hilang.  Mereka hitung total kerugian sekitar 6 juta rupiah.  Terakhir ibu penjaga kost dibawa ke kantor polisi.  "Mbak, ibu saya nggak apa-apa tuh dibawa polisi gitu ?" melas anaknya bertanya.  Kasihan deh, ibu itu sampai ketakutan.  Dia nggak pernah ada urusan sama polisi sebelumnya.  Trus sekarang dia ditanya-tanya, diinterogasi, katanya sih dimintain keterangan.  Tapi kok ya kudu pake digebrak-gebrak gitu sih ?  Ih, serasa lagi nonton Buser Live.


Belum selesai heboh yang satu ini, ada lagi kehebohan berikutnya.  Ada debt collector !  Udah beberapa hari dia ke rumah tapi satu anak kost yang perlu ditemuinya nggak ada mulu.  Tadi malam ditungguinnya sampai anak kost itu pulang.  Begitu ketemu jadi rame lah.  Debt collector itu keukeuh harus dapat apa yang diminta boss nya : bukti bahwa cicilan udah dibayar atau mobil cicilan itu dia bawa.  Wuaaaaa ... rame deh !  Apalagi setelah abang dan kakak pemilik mobil cicilan itu datang.  Mulai saling teriak dan berkata keras.  Hei ngana jangan begitu !  Hei kamu orang jangan berani-berani sentuh itu adik saya punya mobil !  Huah, heboooh beneeeer !!  Menjelang jam dua belas malam rombongan hiruk pikuk itu pergi entah ke mana.  Penyelesaian secara adat kah ??


Hhhhh ... kalau udah gini beruntung beneeeer irma nggak punya apa-apa.  Nggak ada barang berharga (kecuali diri irma sendiri, hehehe).  Nggak ambil cicilan apa-apa.  Jadi nggak ada yang nguber-nguber irma buat bayar tagihan.  irma emang paling nggak mau punya utang.  Takut banget kalau nggak bisa bayar.  Apalagi kalau keburu ajal sementara utang masih menumpuk.  Biar deh, dicap nggak punya apa-apa asalkan hidup tenang.  


Betul apa yang dibilang guru agama, "Orang yang paling kaya adalah orang yang nggak membutuhkan apa-apa. Bukan orang yang memiliki segalanya."

Tuesday, November 28, 2006

sakit

Heran deh,


Waktu irma aktif Bike2Work, kalau sakit, dibilangnya, ‘Itulah, sepedaan mulu ! jadi sakit kan !’


Sekarang irma lagi istirahat Bike2Work, trus sakit, dibilangin, ‘Nggak pernah olah raga sih ! sepeda nya mana ?’


 


Gimana sih, padahal yang ngomong kayak gitu orangnya ya itu-itu juga L


sok tauuuu banget !

Dokter nya irma aja nggak komentar apa-apa

Monday, November 27, 2006

Good news for coffee lovers :)


[dikutip dari majalah CC no 24/VII]

maaf

Tuhan,


hari ini aku bersikap begitu kerdil


maafkan aku Tuhan, aku telah berbohong


aku melarikan diri dari tugas dan kewajiban


 


tapi kan aku sudah bilang pada mereka kalau aku nggak sanggup audit bidang keuangan ??


nggak ngerti gitu loooh … L


tolong …


 


 


Pejaten, 27 November 2006


ketika hujan di penghujung hari

Bidadari

Bidadari … bidadari …


Kau putih seputih hatimu …


(‘Bidadari’ – Andre Hehanusa)


 


ini lagu kenangan irma bersama Koes dan Lukman, ketika kita lagi pada jadi kalong karena malam-malam ngerjain tugas rancangan pabrik di rumahnya Lukman.  Jadi bukannya free talking 5 jam seperti yang akhir-akhir ini ditawarkan satu penyedia jasa telpon selular.  Waktu itu lagunya Andre Hehanusa ini lagi ngetop banget.  Hampir tiap hari kita lihat video klipnya diputar di layar tv.  Kalau lihat video klip nya serasa bukan di Indonesia.


 


Biar kuat begadang segala cara kita tempuh.  Minum kopi, makan camilan, setel musik keras-keras, kadang kalau udah suntuk banget Lukman main gitar dan kita nyanyi-nyanyi.  Kebetulan Lukman bagian bikin program sementara irma dan Koes ngerjain gambar atau hitungan.  Jadi sementara Lukman nongkrongin komputer ngerjain iterasi, dia bisa genjreng-genjreng mainin gitarnya.  Sementara irma dan Koes nyanyi-nyanyi sambil tetap tangan coret-coret atau mencet-mencet kalkulator.  Mudah-mudahan nggak ada yang salah kerjaannya.


 


‘Sebel ah, ini lagu diskriminasi banget. Nggak berlaku buat gw !’ sungut irma suatu hari waktu kita nyanyi lagu ini.  Lho kok diskriminasi, dua orang cowok itu memandang irma heran.  ‘Ya abis dia bikin lagu ini untuk cewek yang putih. Lha yang kulitnya warna bajigur macem gw gini nggak dianggap. Emang cuma yang putih aja yang boleh jadi bidadari ?’ lanjut irma masih dengan muka tertekuk.  Huahahahaha mereka ketawa dengar kata-kata irma.  Abis itu kita lanjut nyanyi-nyanyi lagi.  Masih dengan lagu yang sama karena pada dasarnya kita bertiga memang suka banget lagu ini.


 


Kuingin ada di hatimu


Menggapai mahligai nan biru


Sebiru cintakuu …


 


Usah kau ragu genggam tanganku


Kita menyatu di belaian


Asmara-asmara yang indah


Dalam pesona ketulusankuu …


 


Bidadari … bidadari …


 


 


Pejaten, 27 November 2006


‘Kamu nggak takut item ?’ tanya wartawan majalah Cycling waktu wawancara irma seputar aktifitas Bike2Work.  ‘Lho memang kenapa ?’ irma balik tanya, ‘Nggak harus putih kan ?’

I wish he knew

… I just want you to hold my hands when I feel down and so sad, instead of saying words that makes my feeling getting worse and worse …


 


sometimes when we’ve been so close with someone, we expect him to know ev’rything about us.  Expecting him to understand all about us.  Expecting him to know exactly what we want, without us telling him our wishes.  Which is absolutely not correct.  What do you think he is, a mind-reader ?  or a psychic ??


 


 


Pejaten, 26 November 2006


after one hour conversation on phone but actually what I really want to say is the first sentence above

lagu lama si doel

… ku berkhayal bila saat nanti hidup bersamamu


hanya engkau teman dalam duka penghibur derita


kepadamu akulah yang manja


dengarkanlah sayang,


ku pandang potret mu di dalam kamar


tersenyum padaku …


 


Hm, lagu tahun berapa itu ya ?  Kalau nggak salah dulu yang nyanyi tuh Rano Karno.  Yang akhir-akhir ini banyak promosiin Malaysia untuk dikunjungi.  Kok bukannya promosiin negara sendiri sih ?!  Apa kabar nih si Doel ??


 


 


Pejaten, 25 November 2006


malam minggu makan mi jawa di belakang kantor Republika

Konservasi Energi

Pipa gas di Sidoarjo meledak akibat lumpur panas Lapindo Brantas.  Banyak yang dirugikan.  Beberapa orang meninggal dunia, penduduk sekitar mengungsi karena takut, dan banyak perusahaan merugi.  Katanya Petrokimia Gresik rugi 1,5 milyar rupiah tiap hari.  Perusahaan Gas Negara merugi sampai jutaan dolar.  PLN tidak bisa memasok listrik sebanyak yang biasa.  Yang biasa aja kurang sekarang malah makin sedikit.  Di TV ada himbauan dari PLN agar tiap rumah mengurangi pemakaian lampu agar listrik yang ada bisa dibagi rata dengan pemakai lain.  Tapi pemadaman listrik tetap tak terhindarkan.  Dengar berita di TV tadi pagi empat gardu PLN di Jakarta akan dipadamkan.  Salah satunya gardu listrik Pulomas.  Kalau irma masih tinggal di Rawamangun mungkin nanti malam irma tidur dalam suasana gelap gurita.  Eh salah deng, gelap gulita.


 


Waktu kuliah dulu ada dosen irma yang ahli di bidang konservasi energi.  Uh dosen yang satu ini terkenal gualakk banget.  Nggak tau sekarang masih galak apa nggak, sejak do’i ngetop karena hasil penelitiannya mengenai minyak jarak sebagai bahan energi alternatif lagi naik daun.  Naik daun.  Kayak ulet aja, hehehe


 


Dalam salah satu kuliahnya bapak dosen galak ini pernah bercerita tentang audit energi.  Energi diaudit ??  He eh, sebenarnya yang dilakukan adalah evaluasi penggunaan energi, efektif nggak ?  Efisien nggak ?  Efektif artinya tepat guna.  Efisien artinya menggunakan energi seoptimum mungkin.  Misalnya penggunaan lampu nih.  Fungsinya buat apa ?  Buat baca.  Berapa jumlah cahaya yang diperlukan, biar bacanya enak dan nggak bikin mata sakit ?  Misalnya 700 lumen (lumen tuh satuan jumlah cahaya, masih ingat kan pelajaran Fisika waktu SMA dulu ?? ).  Lalu dilihat lampunya.  Apakah lampu ini sudah memberikan jumlah cahaya yang cukup ?  Trus dilihat penempatan lampunya.  Ternyata lokasi lampu bisa mempengaruhi lumen.  Jadi bukan berapa watt lampunya tapi posisi lampu terhadap obyek yang mau dibaca.  Dari hasil audit energi itu bisa ketahuan selama ini boros nggak pemakaian listriknya.  Trus juga bisa diketahui potensi penghematan yang bisa dilakukan.  Misalnya mengubah letak lampu.  Kalau bisa cuma pakai satu, kenapa harus dua.  Tentunya pengurangan ini tidak mengurangi kesehatan dan kenyamanan pemakainya.


 


Apa sih efeknya kalau kita hemat dalam pemakaian listrik ?  Yang pertama jelas biaya.  Nggak harus bayar mahal kan.  Yang kedua, listrik yang dihemat itu bisa digunakan untuk hal lain yang lebih urgent.  Rumah sakit misalnya.  Kan kasihan banget pasien di UGD atau ICU kalau sampai nggak ditangani karena mesin-mesin kedokterannya nggak bisa nyala.  Trus yang ketiga, semakin sedikit kita menggunakan listrik maka semakin sedikit kita merusak lingkungan.  Lho kok bisa ?  Bukannya listrik itu ramah lingkungan ? 


 


Eitss, jangan salah.  Listrik memang ramah lingkungan.  Tapi sumber energi listriknya bikin polusi.  Tau kan listrik dibuat di pembangkit listrik.  Ada pembangkit listrik tenaga air, tenaga uap, dan yang paling banyak di Indonesia adalah tenaga diesel.  Untuk menggerakkan diesel perlu solar.  Atau batu bara.  Batu bara melimpah ruah di Indonesia.  Katanya nih, di bawah tanah pulau Kalimantan isinya batu bara semua.  Gali dikit aja, ketemu deh si hitam sumber energi ini.  Si hitam manis andalannya orang energi karena di dia belum sepopuler minyak bumi.  Padahal dia bisa dibikin briket lho.  Briket menghasilkan panas yang lebih tinggi dan stabil daripada arang kayu.  Bisa lah buat manasin sate padang, hehe


 


Pembakaran batu bara akan melepaskan karbon dioksida ke udara.  Di atmosfir karbon dioksida membentuk lapisan yang memantulkan panas dari bumi kembali ke permukaan bumi.  Seharusnya kan panas ini dilepas ke luar lapisan udara yang menyelimuti bumi.  Inilah yang disebut dengan efek rumah kaca.  Akibatnya terjadilah pemanasan global.  Suhu bumi naik, es-es di kutub mencair, permukaan air laut makin naik dan pulau-pulau terendam.


 


Kandungan Sulfur yang tinggi dalam batu bara akan mengakibatkan pelepasan gas SO2 ke udara.  Gas ini akan bereaksi dengan uap air di udara membentuk asam sulfit.  Inilah yang disebut dengan hujan asam.  Hujan asam bersifat korosif.  Besi aja dibikinnya berkarat, gimana dengan paru-paru kita ya ??


 


Para peneliti energi terus melakukan penelitian untuk memperkecil resiko perusakan alam.  Desulfurisasi batu bara misalnya.  Yaitu mengurangi kandungan Sulfur di dalam batu bara.  Bisa sih, tapi efisiensinya masih rendah.  Sayang, salah satu dosen irma yang ahli di bidang ini udah meninggal.  Mudah-mudahan ada yang meneruskan penelitiannya.  Biar batu bara Indonesia tetap bisa dipakai tanpa merusak lingkungan.  Atau kalaupun tetap merusak, dikit aja lah jangan banyak-banyak J 


 


Indonesia sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi protokol Kyoto berkewajiban mengurangi subsidi gas-gas efek rumah kaca ke atmosfir.  Nah selama para ahli lingkungan – dan juga ahli energi - terus bekerja mengembangkan metoda untuk menurunkan pembentukan gas-gas rumah kaca, bisa kan kita bantu dengan cara sederhana ?  Matikan listrik bila tidak dipakai.  Pakai lampu yang hemat energi.  Ubah posisi lampu biar kita nggak perlu banyak-banyak pake lampu.  Penting nggak sih, bikin malam terang benderang laksana siang ??  (Huehehehehe … ngomong sih gampang, tapi irma sendiri suka kelupaan matiin lampu kalau mau tidur.  Walhasil sampai pagi terang benderang deh L )


 


‘Ribet amat. Gw sanggup bayar listrik ini,’ gitu komentar seorang teman waktu dosen galak itu jelaskan bahwa dengan menggeser lampu sedikit berarti kita turut mencegah kerusakan alam.  Hm, satu lagi nih orang sombong yang egois, cuma mentingin diri sendiri, kata irma dalam hati.  Iya dia memang bisa bayar.  Tapi kan di balik pembayaran itu berapa banyak dirugikan ?  Banyak.  Ingat ini efek berantai.  Dan pengaruhnya baru bisa dirasakan bertahun-tahun kemudian.


 


Kadang kita yang mampu bayar enggan bertindak untuk kepentingan bersama.  Pikir-pikir, yang banyak berperan dalam penghematan ini justru para ibu rumah tangga (golongan menengah) yang mungkin nggak (terlalu) ngerti prinsip konservasi energi.  Tiap bulan mereka pusing mikirin gimana caranya biar tagihan listrik nggak naik.  Matiin lampu kalau keluar ruangan, listrik mahal.  Matiin TV kalau nggak ditonton, listrik mahal.  Airnya meluber tuh, matiin pompa nya.  Listrik kan mahal.  Aduuuh AC nya matiin dong, nggak ada siapa-siapa juga di situ.  Listrik mahal nih.  Bulan lalu aja bayarnya segini …


 


Sekarang pasokan listrik makin berkurang.  Biarpun mampu bayar tetap aja listrik akan padam.  Nggak ada listrik, nggak bisa kerja deh.  Hidup kita juga jadi nggak nyaman.  Kalau udah gini, baru terasa kan yang namanya uang nggak selalu bisa beli apa aja.


 


Think global, act local …


 


 


Bandara Hang Nadim Batam, 25 November 2006


Saat menanti penerbangan GA 151 yang akan bawa irma kembali ke Jakarta

Good time at Batam

This time I really had a good time at Batam  J


 


Hari pertama, 22 November 2006


Berangkat ke Batam dengan pesawat jam 6.30.  Kalau berangkat pake pesawat first flight gini trus langsung audit biasanya kan ngantuk tuh.  Untung audit kali ini irma musti kudu banyak nanya, nulis lalu jalan-jalan ke area produksi jadi hilang deh ngantuknya.  Tapi begitu audit selesai baru terasa nguantuuukk banget.  Sampai di hotel dapat kamar tanpa jendela karena hotel lagi rame banyak tamu.  It’s okay lah buat hari ini mudah-mudahan besok bisa pindah kamar.  Yang penting bisa mandi air hangat trus bobo’.  Dan juga AC nya berfungsi baik trus nggak berisik biar bisa tidur dengan nyenyak.  Tapi emang pada dasarnya udah capek banget jadi begitu nyentuh bantal langsung tidur.  Terbangun dini hari karena kedinginan.  Merayap masuk ke balik selimut, meringkuk di situ lalu lanjut tidur sampai pagi.  Pagi sarapan bihun goreng dan teh manis hangat.  Tehnya enak banget.  Baru tau merk nya Prendjak, diimpor dari Singapore.  Ih padahal kebun tehnya kan di Jawa Barat tuh !


 


Hari kedua, 23 November 2006


Selamat ulang tahun Bu Isna  J 


Bu Isna ini kakak irma yang di Bandung.  Teman cela-celaan tapi juga tempat curhat terutama kalau lagi sebel sama Teteh dan Mama.  Yang selalu baca tulisannya irma bahkan minta diprint-in  buat jadi koleksinya.  Ulang tahunnya kali ini irma pengen kasi kado tulisan irma.  Tapi berhubung tulisannya belum selesai jadi hadiahnya ditunda dulu.  Sabar ya Bu, beberapa bulan lagii aja hehehe J


 


Hari ini audit di client yang vendor nya Shimano, pembuat spare part sepeda.  Begitu sampai di pabriknya langsung ketemu dua sepeda hitam bersandar di ruang tamu.  Aduh cakep bener.  Jadi nggak kepengen audit, pengennya langsung numpak itu sepeda lalu nglencer keliling Batam.  Sebenarnya Batam asik juga buat bersepeda.  Medannya yang naik turun dan sebagian jalan ancur, kan asik banget dijelajahi.  Trus nggak rame mobil motor lagi.  Cuma panasnya itu yang nggak tahan.  Mungkin karena itu selama ini irma nggak pernah lihat orang naik sepeda hilir mudik di Batam.  Tukang siomay aja nggak ada !


 


Siang clientnya ajak makan di Resto Kediri di Batam Center, nggak jauh dari Mesjid Raya dan kantor cabang TÃœV Rheinland di Graha Pena Batam.  Wuih beberapa kali ke Batam baru kali ini irma nemuin tempat makan yang bikin irma nggak ragu-ragu untuk menyantap hidangannya.  Rumah makan ini udah mendapat sertifikat Halal dari MUI.  Link 


Ya ada juga sih tempat makan lain yang bersertifikat Halal ; KFC, MacDonald, Pizza Hut, Papa Rons.  Tapi yang fast food begini kan juga ada di Jakarta.  Banyaak malah.


 


Kenyang makan siang kita balik ke pabrik dan lanjut audit.  Awalnya semua lancar nyaris nggak ada temuan sampai akhirnya menjelang akhir session ketahuan kalau pengendalian dokumen mereka masih kurang.  ‘Aduh padahal dari tadi saya udah loncat ke sana ke mari nangkis bola ternyata di injury time kebobolan juga,’ komentar client nya.  Hahaha Pak, disamain dengan sepak bola ya.  Jadi tadi tuh Bapak lagi jadi keeper alias penjaga gawang atau management representative sih ??  Hihihi J


 


Audit selesai menjelang Maghrib.  Siap closing meeting plant manager ajak makan malam sekalian rayakan kesuksesan mereka direkomendasikan sebagai ‘ISO 9001 Certified Management System Company’ – perusahaan yang terbukti memiliki sistem manajemen mutu sesuai standar internasional ISO 9001.  Kita makan di De Sampan di ruko Green Hills.  Tempat makan ini terkenal dengan ikan bakarnya.  Dan ternyata emang enak-enak masakannya.  Kita makan ikan bawal bakar, ikan lebam bakar, cumi goreng mentega, dan kepiting lada hitam.  Di sana client kenalkan irma dengan nasi lemak.  Seperti nasi uduk, dibungkus pakai daun disertai telur dadar, ikan teri goreng plus sambal. Enaaaak banget.  Habis makan sebungkus pun tak terasa kenyangnya.  Pantas client nya minta tambah sepuluh bungkus lagi.  ‘Kalau di kampung namanya Nasi Dagang,’ kata Pak Cik dari Malaysia.  Client ini pakai beberapa tenaga ahli dari Malaysia.  Jadi waktu audit tadi irma sempat terbawa cakap Melayu.  Boleh tak macam ini ?  Aduh teruk nya !  Aih seronok kali.  Bagaimana jika butuh … client nya langsung melotot dengar ucapan irma yang terakhir.  Ups, baru ingat dalam bahasa Melayu ‘butuh’ tuh artinya alat kelamin laki-laki …


 


Ternyata client yang satu ini pada doyan makan.  Tambah, tambah.  Lagi, lagi.  Bukan cuma makan tapi mereka juga rame bercanda.  Kita pada ketawa mengingat aneka insiden tadi siang, mulai dari sandal yang disediakan untuk auditor putus sampai auditornya terkunci di kamar mandi.  Hahaha, jangan-jangan mo sabotase auditor ya ?  Tadi kita nyaris terbitkan Nonconforming Report - Laporan Ketidaksesuaian, ini diterbitkan jika terjadi penyimpangan pada sistem terhadap persyaratan standar - terkait dengan faktor safety akibat insiden sandal putus dan auditor terkunci di kamar mandi.  Hahaha, nggak deng.  Becanda kok !


 


Di antara keramaian canda malam itu ada satu istilah yang irma dapat dari mereka.  Boleh tahan.  Semula irma kira itu semacam ucapan buat nantangin orang, ayo … lu kuat nggak ?  Ternyata ‘boleh tahan’ tuh artinya kira-kira ‘silakan’.  Makanya tiap kali datang hidangan mereka langsung angsurkan pada irma dan berkata, ‘Ayo Bu, boleh tahan !’


 


Kenyang makan dan haha hihi irma diantar balik ke hotel.  Ternyata kamarnya pindah ke kamar yang ada jendela menghadap jalan depan hotel.  Asiiiikk … barang-barang irma udah mereka pindahin.  Lengkap dan utuh tanpa cacat cela.  Bahkan peletakannya di kamar yang baru ini sama dengan posisi sewaktu irma tinggalkan di kamar lama.  Sempat terpikir, jangan-jangan sebelum pindahan tadi mereka foto dulu kali ya ??  Jadi waktu nyusun di kamar yang baru tinggal niru dari foto aja …


 


Hari ketiga, 24 November 2006


Kali ini audit di perusahaan electro plating.  Tahun lalu waktu ke sini area produksi mereka masih … ya gitu deh, belum terlalu bagus.  Tapi sekarang beda banget.  Aroma bahan kimia nggak terlalu keras lagi.  Rupanya mereka udah nambah exhaust fan.  Fasilitas waste water treatment mereka juga jauh lebih baik dibanding tahun lalu.  Trus karyawannya juga pada lebih paham akan sistem dan persyaratan ISO 9001.  Kalau kayak gini kan kita sebagai auditornya juga senang J


 


Karena ini hari Jumat jadi jam setengah dua belas kita udah break.  Partner audit irma mau sholat Jumat di Masjid Raya.  ‘Irma mau nunggu di mesjid atau mal ?’ tanyanya.  Wah jelas di mal dong Pak !  Jadi irma didrop di Mega Mal Batam Center di depan terminal ferry Batam Center, tempat naik ferry ke Singapore.  Asiiikk … bisa el el lihat pameran.  Katanya lagi ada pameran agrobisnis dari berbagai propinsi Indonesia.  Tadi pagi waktu sarapan sempat nguping dari peserta pameran dari Sumatra Selatan yang nginap di hotel yang sama dengan irma.


 


Di stand kabupaten Ende, Flores irma berhenti lebih lama dibanding saat melihat stand lain.  Ada kain tenun !  Dasar irma penggemar kain tradisional.  Lihat kain tenun dipajang langsung belok.  Tiga orang penjaga stand itu ramah banget nerangin komoditas daerah mereka.  Ada pisang, aneka buah-buahan, mineral dan batuan hasil studi eksplorasi yang belum dimanfaatkan, tapi irma lebih tertarik dengan kain tenun nya.  Sayang kain yang dipajang nggak banyak pilihan.  Ada satu tas dari kain tenun yang irma suka.  Waktu irma putuskan beli mereka senang sekali.  ‘Yang ini ? Bagus !’ seorang bapak di antara tiga orang itu acungkan jempol mengomentari pilihan irma.  Bapak yang paling tua minta irma isi buku tamu.  Tau irma dari Jakarta dia pun bertanya, ‘Ke Batam ini ada apa ? Mau meliput ya ?’  Halah, dikirain reporter (lagi).  Minggu lalu waktu balik dari Batam penumpang di sebelah irma juga nyangka irma seorang jurnalis hanya karena sepanjang penerbangan irma nulis mulu.  Waaaaaa … emang yang nulis di buku notes kecil cuma reporter ?  Tukang kredit juga gituuu …


 


Ada sehelai selendang kain tenun yang irma suka tapi karena uang di dompet tinggal dikit jadi irma ke ATM dulu buat ambil uang.  Abis gitu balik lagi ke stand Ende.  Kali ini yang jaga cuma satu orang, yang paling muda.  Tadi waktu tau irma berprofesi sebagai auditor dia bertanya, ‘Dari AKP mana ?’  Hehe, irma bukan auditor keuangan.  Kantor irma badan sertifikasi, bukan akunting publik.


 


‘Mau beli lagi ?’ sapa pemuda Ende itu lihat irma balik lagi ke stand nya.  Irma ambil selendang yang pengen irma beli.  Karena tinggal dua jadi irma beli aja dua-duanya.  Satu lagi nanti mo irma kasih Henny, technical support di kantor yang juga penggemar kain tradisional.  ‘Masuk dong,’ pinta pemuda Ende karena irma bertransaksi dari balik lemari pajangan komoditas Ende.  Waktu irma masuk stand bapak yang paling tua datang entah dari mana.  Sempat ngobrol sebentar.  Karena tau irma suka kain tradisional beliau minta alamat irma buat nawarin kain kalau dia ke Jakarta.  Irma kasih aja kartu nama perusahaan.  ‘Aku juga minta dong,’ sang pemuda Ende ulurkan tangan.  Tapi irma udah keburu kabur dari sana.  Sempat terdengar bapak yang tua berujar, ‘Makasih ya Mbak Irma …’


 


Usai lihat pameran trus irma keliling-keliling lihat mal.  Mal yang ini gede banget.  Katanya ini mal  terbesar di Batam.  Penataannya mirip mal-mal di Jakarta.  Ada Bread Talk, café Excelso juga J Co yang ternyata di sana tuh sepii.  Kontras banget dengan J Co Plaza Semanggi yang sampai bikin antrian uler-uleran macem di Dufan.


 


Ternyata irma lagi nggak kepengen belanja atau pun cuma sekedar lihat-lihat.  Jadi irma belok masuk café Excelso.  Pesan cappucino Toraja lalu duduk ngejogrog di sana.  Enak banget kopinya.  Apalagi udah beberapa hari sejak datang ke Batam nggak ada ngopi-ngopi sama sekali.  Abis nghirup cappucino Toraja itu langsung terasa terang deh.  Semangat lagi.  Betul yang dibilang Wahyudi, ‘ir, welcome to caffein addicted club !’  Hahaha.  Tapi kata Mama sejak umur satu tahun irma udah kuat minum kopi.  Segelas kopi yang Mama tinggal di atas meja buat diangin-angin langsung tandas diminum bocah gundul yang baru belajar jalan.  Masih kecil minum kopi, udah besar doyan ngopi J


 


Audit selesai jam empat sore.  Ufff, lega rasanya.  Audit tiga hari ini berjalan lancar.  Asik, asik, besok balik ke Jakarta.  Irma udah kangen kamar kost di Pejaten.  Tapi yang utama sih bosen banget di Batam sini cuma ngendon di kamar hotel aja, nggak ngelencer ke mana-mana.  Eh tapi beresin laporan dulu ya.  Biar di Jakarta nanti tinggal kasih aja ke certifier.  Lagi bikin laporan dan persiapan closing meeting gitu, masuk sms dari bagian planning di kantor Jakarta, ‘Sorry ir, Senin nanti lu audit ngedadak ya ke …’


 


Arrrrgggghhhhh ……… brengsek !  Nggak bisa lihat orang seneng apa ???  Gw kan udah bilang gw paling nggak suka audit ngedadak tanpa persiapan gini !!!  Mana bidang bisnis nya gw nggak ngerti lagi  L


 


 


Batam Center, 24 November 2006


Bete berat setelah senang banget dua hari ini.  Hii ih, mungkin memang nggak boleh terlalu senang kali ya ??


 

He is again … coming into my dream

A love so beautiful


In every way


A love so beautiful


We let it slip away


 


We were too young to understand


To ever know


That lovers drift apart


And that’s the way love goes


 


(‘A love so beautiful’ – Michael Bolton, the lyrics I gave him when he decided to leave)


 


 


Batam Center, 24 November 2006


He was there … again in my dream.  Why can’t you just leave me alone L

rindu sepeda

Tiga hari ini di Batam client yang irma audit ternyata semuanya vendor Shimano.  Shimano itu pembuat sparepart sepeda yang paling ngetop.  Teman-teman sepeda irma kalau urusan sparepart selalu pilih Shimano.


 


Nah waktu datang ke salah satu dari tiga vendor ini, di resepsionisnya irma lihat ada dua sepeda hitam bersandar ke dinding.  Begitu masuk gedungnya pasti kita akan lihat dua sepeda ini.  Cakep banget.  Frame nya Bulls Race Pro 9.80 warna hitam.  Fork nya juga hitam, merk nya apa ya ??  Lupa tuh.  Yang irma ingat dia pake group set Shimano Deore sembilan speed.  Rem nya model disc brake alias rem cakram.  Ah pokoknya cakep banget dah !


 


Tadinya irma kira sepeda itu dipake sama karyawan sana.  Seperti para Bike2Worker di Jakarta.  Ternyata dua sepeda itu cuma pajangan doang !  Sengaja ditaruh di sana buat nunjukin produk mereka seperti hub shell.  Halah !


 


‘Ini sepeda mahal lho !  Satunya seribu dua ratus Sin dolar.  Itupun harga second,’ kata client irma.  Seribu dua ratus dolar Singapore, itu kan setara dengan tujuh juta rupiah !  Sayang banget sepeda bagus seharga itu cuma buat pajangan doang.  Doooh, apa kata teman-teman irma ya ??


 


aku rindu sepeda ku, harga dia nggak seberapa tapi dengannya aku nglencer ke mana-mana …


 


 


Batam Center, 23 November 2006


heran deh, itu pabrik sepeda tapi karyawannya nggak ada yang pake sepeda L

Yang ...

Gw benci banget dipanggil ‘Yang’ … L


 


Pagi ini irma terbang ke Batam.  Seperti biasa sebelum berangkat keluar kota irma selalu telpon Mama.  Kasih tau irma pergi dan kapan akan kembali ke Jakarta.


 


‘Ada apa Yang ?’ tanya Mama di telpon.


 


Ugh, langsung illfeel deh L  Akhir-akhir ini Mama selalu menyapa dengan ‘Yang’.  Tadinya irma kira itu cuma untuk Adek Diella dan Abang Kiddie aja.  Kata Mama kedua cucunya itu buandell banget, bikin Mama selalu ngomel-ngomel sama mereka.  Sekali waktu karena sudah emosi Mama sampai mengumpat pada mereka.  Kita anak-anak Mama langsung protes dan ingatkan Mama kalau perlakuan seperti itu akan membekas dalam memory kedua cucunya.  Dikhawatirkan nanti mereka akan meniru perilaku buruk itu.


 


Mungkin karena itu Mama jadi suka menyapa kedua cucunya dengan kata ‘Yang’.  Tapi sapaan itu kebablasan jadi berlaku sama irma juga.  Padahal irma sebelll banget disapa begitu.  Tadi pagi waktu di telpon Mama bilang gitu, irma langsung males buat ngobrol.  Jadi irma cuma bilang aja pagi ini mau ke Batam.  Balik ke Jakarta nanti hari Sabtu.  Nggak ada kepengen buat cerita hal-hal lain.


 


Yang, yang, yang … emang pala gw peyang apa ???


 


 


GA 150, 22 November 2006


dalam penerbangan ke Batam


 


 

Monday, November 20, 2006

Gemuk

Ini kejadian hari Minggu lalu, waktu kita makan siang di Kafe Solo Cilandak Town Square.  Irma pesan nasi liwet.  Wahyudi pesan nasi gudeg.  Waktu pesanan datang, kita baru tau ternyata porsi makanannya gedeee banget.  Seharusnya pesan satu porsi aja, trus dibagi dua.


 


Di tengah-tengah santap makan irma berhenti.  Eungap rasanya.  Perut begah karena makanan yang masuk banyak banget.


 


‘Kok berhenti ? Habisin dong. Nggak apa-apa kok jadi gemuk,’ kata Wahyudi.


 


Ha-a ?  Maksudnya apa nih ?  Tau nggak sih Di, irma tuh berhenti buat kasih kesempatan makanan yang masuk biar turun dulu.  Kalau udah nggak terlalu sesak lagi perutnya pasti irma akan lanjut makan sampai habis.  Lagian irma kan punya prinsip musti kudu harus bertanggung jawab. Apa yang dimulai harus diselesaikan. Apa yang irma makan harus dihabiskan.  Jadi bukan karena khawatir gemuk.


 


‘Nah kan, habis,’ kata irma setelah selesai makan.  Nasi liwet beserta sayur labu, suwiran ayam, dan pindang telur tandas sudah tak bersisa.  Tempe bacem nya tadi irma kasih Wahyudi.  Di kan penggemar berat tempe.


 


Lagian kenapa juga harus menyisakan makanan.  Kan mubazir.  Sementara di luar sana begitu banyak orang yang nggak seberuntung kita.  Belum tentu tiap hari mereka bisa makan.  Apalagi sampai perutnya kenyang.


 


Ingat kata bu guru waktu TK dulu, ‘… kalau makan nggak habis, nanti nasi nya nangis. Kasihan kan …’