Thursday, April 16, 2009

laptop baru

Waaaaa ....... cuma selang seminggu dah dapat laptop baru lagi !

Bukan.  Bukan berarti Wahyudi beliin laptop lagi.  Kesannya dia kebanyakan duit banget sampai beli-beli laptop mulu.  Tapi ini laptop perusahaan buat kerjaan kantor.  Tadi pagi IT Manager datang ke meja irma bawa laptop yang masih dalam kotaknya.  'Ma, gw mo pindahin data-data elo ke sini,' katanya. 

Jadi irma menyingkir.  Sementara sang IT Manager memindahkan data-data irma dari laptop lama, irma sarapan nasi langgi di pantry.  Enak bangett. 

'Nih, udah.  Tanda tangan ya,' IT Manager mengulurkan selembar kertas saat irma kembali ke meja.  Itu bukti serah terima properti perusahaan.  Plus pernyataan pemakainya untuk bertanggung jawab akan keselamatan properti tersebut.

Cieeeeee ...... baru kali ini irma dapat laptop baru dari kantor.  Biasanya dapat laptop lungsuran bekas dipake manager.  Yihhiiiii !  Tapi kok, laptop baru ini lebih berat daripada yang lama ???  Whuaaaaaa ...... bakalan sakit lagi deh ni punggung, hiks

 

 

 

Biodiesel di Bis Trans Pakuan Bogor

dikutip dari milis kerabatjabotabek@yahoogroups.com

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Biodiesel di Bis Trans Pakuan Bogor

Bagi yang berminat melihat Bis ramah lingkungan Kota Bogor bisa menghubungi Penerima tamu atau security Pemkot Bogor atau Kantor dan Pool Trans Pakuan Kota Bogor. Trans Pakuan adalah Bis kota bogor yang menggunakan bahan bakar biodiesel yang terbuat dari bahan baku limbah minyak goreng atau yang disebut jelantah. Bis Transpakuan sudah kurang lebih 1 tahun menikmati bahan bakar biodiesel yang ramah lingkungan dan berasap bersih.

Para murid sekolah atau media masa bisa mengunjungi pool Trans pakuan dan melihat serta membuktikan sendiri bagaimana asap Transpakuan yang jauh lebih bersih dan harum dibandingkan dengan asap kendaraan dari solar minyak bumi.

 

 

copet di Polonia

 

Hah, dasar copet !  Nggak di Jakarta, nggak di Medan, sama aja tipu muslihatnya !

 

Karena nggak sempat beli bolu Meranti di pusatnya di Jl. Kruing, Medan, irma terbiasa beli bolu gulung yang enak itu di bandara Polonia menjelang check-in.  Emang lebih mahal sih.  Tapi tak apa lah daripada nggak bawa sama sekali.  Kebetulan juga kemarin ada bolu yang mocca coklat, rasa kesukaan irma.  Satu lagi irma beli yang berlapis selai nanas titipannya Wahyudi.

Pedagang mengepak kedua kotak bolu gulung tersebut ke dalam kantong plastik.  Karena tas irma masih banyak ruang kosong jadi irma putuskan untuk memasukkan kantong plastik itu ke dalamnya.  irma mencari bangku kosong di antara deretan bangku di depan gerai-gerai toko bandara Polonia.

Tas travel merah maroon bertuliskan ‘Hotter than your girlfriend’ irma letakkan pada bangku kosong.  irma berdiri di hadapannya.  Baru aja irma membuka resleting tas itu, tiba-tiba seorang anak laki-laki datang berlari ke arah irma.  Lalu ia berjongkok di kaki kanan irma dan menyikat sepatu irma.  

Terkejut irma dengan sikapnya itu.  Tapi untung detik berikutnya irma menyadari kalau seorang anak laki-laki lain berdiri di sisi kiri irma.  Eits, langsung irma waspada.  Jangan-jangan kedua anak ini komplotan copet nih !  Kedua tangan irma mencengkram tas travel merah yang udah terbuka resletingnya.  Sementara kaki kanan irma refleks menendang, menepis tangan anak lelaki yang sedang menyikat sepatu irma.

‘Heh, ngapain kamu !’ gertak irma.  Anak lelaki itu meringis.  Sial dia, irma mengenakan sepatu pengaman berujung besi.  Dan ujung besi itu membentur lututnya.  Entah berkata apa, ia lalu berlari.

irma bergegas memeriksa kedua tas yang irma bawa.  Bukan tas travel merah maroon itu yang irma khawatirkan, tapi ransel di punggung irma.  Di sana semua barang-barang berharga berada.  Dompet, handphone, laptop, kamera, dan juga tiket irma pulang.  Alhamdulillah, nggak ada satupun barang-barang irma berpindah tangan.

Hhhhh ……  emang harus selalu waspada.  Bahkan di Polonia yang konon katanya bandara berkelas international pun ternyata ada copet !  Dan triknya sama dengan tukang copet di Jakarta.  Jangan-jangan yang di Jakarta itu emang dari Medan ya ???

 

 

 

 

makan enak di Medan

 

Aaarrrggghhhh ……… kalau urusan makan, Medan memang top lah !  Bahkan makanan yang tak kusukai pun begitu nikmat.

Client mengajak makan malam di luar hotel.  ‘Ayo, kita makan sup paling enak di Medan ini,’ katanya.  Mobil pun meluncur ke kawasan Pajak Ikan Lama.  Artinya pasar ikan lama (busuk dong ikannya ??).  Tapi di sana nggak ada yang jualan ikan.  Orang pada jualan kain.  Kawasan tersebut merupakan pusat belanja kain, benang, bordiran, dan pernak-pernik jahit-menjahit lainnya.

Itu kalau siang.  Toko-toko itu tutup saat petang menjelang malam.  Suasana temaram saat kami tiba di sana.  Client membelokkan mobil ke salah satu jalan.  Dari sekian banyak bangunan di sana hanya satu yang buka.  Lampunya menjadi satu-satunya cahaya yang menerangi jalan tersebut.

Rupanya itu tempat makan yang dituju.  Setelah duduk baru tau ternyata di sana jualannya ……… sup kambing !  Haiyakkk ……… padahal irma paling nggak suka makan kambing.  Selain mengingat riwayat keluarga yang banyak mengidap hipertensi, juga karena irma nggak suka dengan aromanya.

‘Coba dulu lah Bu, di sini beda supnya,’ bujuk client saat irma tanyakan apakah ada menu lain selain sup kambing.  Hiks, ya sudahlah.  Nggak enak juga sama client yang dah bela-belain ngajak ke sana untuk menjamu.  Dari empat alternatif pilihan menu – sup kaki, sup daging, sup kepala atau campuran ketiganya – irma pilih sup daging.  Meski client bilang yang paling enak di sana adalah sup kaki nya.

Untuk minum irma pesan timun kerok.  Mengikuti saran client yang bilang, ‘Kalau makan kambing, lawannya timun.’  Mungkin maksudnya untuk membuat perut adem setelah kena panasnya efek daging kambing.

Sambil menunggu pesanan datang kita disuguhi dengan sate kerang.  Yang unik, sate kerang ini diberi bumbu rendang.  Heee … baru kali ini irma temui yang seperti ini.  Rasanya ?  Enaaaaaaakkkkk ……  Begitu kelima tusuk sate kerang habis kita santap, penjualnya sigap menaruh satu piring berisi lima tusuk sate kerang lagi.

Pesanan datang.  Begitu irma cicipi kuah supnya, irma pun nggak bisa bilang apa-apa lagi.  Enak bangettt !!!  Dan hebatnya, nggak ada aroma kambingnya sama sekali !  Dengan nikmat irma menyantap sup daging kambing tersebut seolah irma makan sup daging sapi.  Saking khusyu’ nya menikmati sup, nggak ada satupun dari kita yang bercakap-cakap selama makan.  Selesai makan baru pada komentar, ‘Enak ya.’  Iya, enak sekali.

Kemudian client nyeletuk, ‘Iya memang enak.  Tapi jangan sering-sering.  Ingat kolesterol.’  Seorang di rombongan kami pun menukas, ‘Kolesterol ?  Itu sih di lab.  Kalau di sini, makan ya makan aja.  Pulang dari sini kita mutih.  Makan cuma nasi pake garam.  Minum air putih.  Beres kan ?  Nah mumpung masih di sini, ayo kita makan sup kambing lagiiiiiii …………………’

 

 

 

Monday, April 13, 2009

mencari furnitur

 

Hari Minggu kemarin irma dan Wahyudi ke pameran furnitur di JCC.  Tujuan utama mencari matras alias kasur untuk melengkapi tempat tidur warisan dari orangtuanya Wahyudi.  Matras yang cocok akhirnya diperoleh setelah dua jam keliling-keliling dan mencoba begitu banyak matras dari setiap stand yang kita kunjungi dari hall A sampai hall B.

 

‘Cari rak buku yuk !’ ajak Wahyudi setelah beres urusan matras.  Di satu stand kita temukan rak buku persis seperti di film-film yang menggambarkan suasana perpustakaan kuno.  Rak buku dari kayu, tinggi menjulang hingga langit-langit dilengkapi dengan tangga yang bisa digeser-geser.

 

Bagus memang.  Tapi harganya nggak bagus untuk budget kita.  Jadi Wahyudi bilang ingat-ingat aja bentuk dan desainnya, untuk kita jadikan contoh.  Nanti bikinnya sama tukang kayu langganan keluarganya.

 

Selain itu, yang bikin Wahyudi males beli rak buku bagus tersebut karena penjualnya …… orang bule !  Berhubung Wahyudi rasa nasionalisnya tinggi banget maka ia lebih senang belanja pada sesama pribumi.  ‘Ngapain kasih uang buat orang lain ?  Mending untuk orang kita aja,’ begitu alasannya.

 

Sementara irma enggan beli karena penjualnya nggak bisa jawab pertanyaan irma, ‘Is this bookstack made from certified wood ?’

 

Hahahahahaha, gini deh yang baru abis ikutan training FSC CoC Certification !

 

 

 

 

 

FSC  =  Forest Stewardship Council,  an independent, non governmental, not for profit organization established to promote the responsible management of the world’s forests

 

FSC chain of custody (CoC) certification provides information about where the wood or other forest-based material used in a product comes from or does not come from.  It requires to identify the origin of raw materials used in FSC-certified products, to keep FSC-certified products separate from other products throughout the production process, and to allow their tracking from one operation to the next – from the forest to the consumer, including all successive stages of processing, transformation, manufacturing and distribution.  Only operations covered by an FSC CoC certificate are allowed to label product with FSC trademarks.

 

The FSC label thus provides the link between responsible production and consumption and thereby enables the consumer to make socially and environmentally responsible purchasing decisions.   (http://www.fsc.org)

 

 

 

 

 

 

save by the book

 

Berdasarkan pengalaman nyaris kecopetan pagi ini, pelajaran yang kudapat sebagai penumpang kopaja / metro mini adalah :

  1. jangan mau duduk di belakang
  2. jangan sekali-kali taruh tas di punggung saat naik dan turun
  3. jangan terpengaruh sama orang yang berusaha mengalihkan perhatian
  4. kalau ada orang mencurigakan deket-deket apalagi sampai mepet-mepet mendingan segera pindah atau turun
  5. selalu waspada !

hhhh …… untung aku terselamatkan oleh the Mysterious Benedict Society  !

 

 

 

 

a gift from him

 

‘Jadi irma maunya laptop ya ?’

 

Waktu irma bikin account di Multiply, irma nggak pernah nyangka kalau melalui blog irma bisa menyampaikan keinginan irma.  Niat awalnya bikin blog tuh sebagai media pamer tulisan.  Dan juga photo-photo.  Maksudnya untuk mempromosikan tempat-tempat yang pernah irma kunjungi.  Biar orang-orang tertarik untuk mengunjunginya. Terutama Indonesia.  Sebel aja kok orang-orang Indonesia sendiri lebih suka ngabisin duit buat negara lain.  Padahal negara kita begitu indah.

Ternyata kemudian blog irma berkembang jadi ajang cerita.  Segala macem irma masukin di situ.  Cerita kejadian sehari-hari, pendapat irma akan suatu hal, hingga curahan hati.  Dan nggak disangka ternyata diam-diam Wahyudi sering membacanya.  Setahu irma akses internet di kantornya begitu terbatas.  Dia juga di pabrik sibuk banget sampai nggak sempat browsing.  Tapi ternyata ia baca MP irma via PDA nya di sela-sela waktu menunggu kita ketemu sepulang kerja di tempat janjian.

Jadi dia tau kalau irma lebih pengen punya notebook mini daripada kamera baru.  Jadi dia tau kalau irma pengen punya notebook mini biar irma nggak terlalu berat bawa-bawanya.  Jadi dia tau kalaupun dia nggak akan belikan untuk irma, irma akan beli sendiri notebook mini tersebut.

Maka ketika libur long weekend seusai pemilu di hari Sabtu pagi ia pun berkata, ‘Kita ke Ambassador yuk !  Aku mau beliin kamu laptop.’  Irma pun terperangah.  Dih, kok dia bisa tau ya, tanya irma dalam hati.  Melihat irma bengong Wahyudi pun lanjut berkata, ‘irma mau laptop kan ?  yang kecil biar bisa dibawa ke mana-mana ?’

Lalu dia belikan irma notebook baru.  Persis seperti yang irma inginkan.  Yippiiieeee …… senangnya.  Jadi sekarang irma bisa nulis di mana aja irma mau, tanpa perlu berat-berat nggemblok laptop yang gede.  Laptop yang gedenya tinggal di rumah aja, buat ngedit-ngedit photo dan bikin kerjaan lainnya.  Dia tetap irma pake.  Nggak irma jual atau kasihkan karena itu merupakan pemberian Wahyudi.  Wahyudi juga suka pake karena laptopnya dia tinggal di pabrik untuk kerja.  Dan karena sekarang di rumah ada dua laptop jadi kita bisa pake tanpa perlu bergantian.  irma bisa tetap nulis sementara di saat yang bersamaan Wahyudi bikin materi pelatihan buat anak buahnya. 

 

… makasih ya Di, makin cinta deh irma sama kamu, meski tanpa kamu beliin pun irma tetap cinta, hihihi …… muah muah muah …