Saturday, March 9, 2013

Nyanyian lewat tengah malam

 

Melati suka sekali menyanyi.

Bahkan menjelang tidur pun ia masih bernyanyi-nyanyi.  "Ma, nyanyi Kupu kupu yang lucu, Ma."  "Ma, nyanyi Ambilkan bulan."  "Ma, nyanyi Paman datang."  Itu pintanya agar irma menemaninya bernyanyi.

Untuk anak usia 2 tahun, pengetahuan Melati tentang lagu anak-anak cukup banyak.  Ia sudah bisa bernyanyi sendiri lagu Balonku, Awan, Hujan, dan sekitar 20 lagu anak-anak lainnya.  irma dan Yudi memang selalu mengenalkannya dengan lagu anak-anak klasik seperti karya-karya A.T. Mahmud, Pak Kasur, dan Ibu Sud.  Juga karya Kak Dal.  Yudi juga mengenalkan lagu dolanan bocah seperti Cublak Cublak Suweng dan Kodok Ngorek.

Di satu hari Minggu menjelang tengah malam Melati mengajak bernyanyi tapi irma sudah ngantuuuuukk sekali.  Akhirnya ia bernyanyi sendiri sambil tiduran di samping irma.  Lampu kamar sudah dimatikan.  irma tertidur diiringi nyanyian Melati,

Lihat kebunku penuh dengan bunga
ada yang merah, dan ada yang putih
setiap hari kusiram semua
Mawar, Melati, semuanya indah

Rasanya irma udah tertidur cukup lama ketika Melati mengguncang-guncang bahu irma.  "Ma, Ma, bangun Ma," katanya.

irma membuka mata dengan malas.  "Ada apa Ti ?"

"Ma, nyanyi Indonesia Raya, Ma !"

irma mengambil handphone dari balik bantal.  Astaga, baru jam setengah satu !  Doooh Melati, upacara bendera tuh nanti jam 7 pagi.  Bukan tengah malam begini !


Tuesday, November 20, 2012

surat untuk gajah

Waktu ke teras depan buat ambil cucian kemarin irma temukan sepucuk surat untuk Wahyudi di atas mesin cuci.  Kami nggak pasang kotak pos.  Kalau pak pos datang dan ia temukan pintu depan tertutup, ia akan simpan surat di atas mesin cuci di teras.  Kecuali kalau perlu tanda terima maka ia akan berteriak, "Poooosss !"

Karena kedua tangan irma penuh dengan cucian surat itu irma berikan kepada Melati yang mengikuti irma.  Kalau di rumah Melati memang selalu mengikuti irma.  Ke mana pun.  Kalau irma ke kamar mandi ia akan menunggu di depan pintu kamar mandi sambil bermain.

Beres urusan cucian irma ke dapur untuk nyuci piring.  Lagi sibuk nyuci gitu Melati mengangsurkan surat untuk Wahyudi tersebut.  "Kasih Mama," tangannya mengacung.  Kakinya berjinjit biar tambah tinggi.   

Oh, baru ingat surat itu.  "Tarok di meja belajar aja, Ti.  Tangan Mama basah," irma menunjukkan tangan penuh busa sabun.

Melati masuk ke dalam rumah.  Nggak berapa lama kemudian irma dengar ia berseru, "Ini !  Ini !  Iniiiiii ... !"

Kenapa dia teriak-teriak begitu ya ?  Irma segera selesaikan cucian piring dan bergegas menyusul Melati.

Berikutnya irma tertawa.

Kiranya Melati tengah di ruang tamu, berdiri mengacungkan surat di depan hiasan dinding gambar gajah.  "Ini !  Ini !" katanya.

Hihihi.  Mungkin dia salah dengar ya.  Tapi kok bisa-bisanya "tarok di meja belajar" jadi "kasih ke gajah" ???


 

toilet training

"... Ati mo pipis ..."

 Kalau di rumah Melati memang nggak dipakein disposable diaper.  Selain penghematan juga biar nggak nambah sampah banyak.  Konon katanya disposable diaper itu perlu waktu hingga ratusan tahun baru bisa terurai hancur oleh alam.

Jadi di rumah harus selalu disiapkan air dalam ember dan kain pel.  Buat apa lagi kalau bukan untuk ngepel ompolnya Melati.  Karena dia akan bilang kalau dia sudah pipis.  Bukan cuma bilang tapi dia juga akan kasih tau di mana dia pipis.  "Ati pipis depan tivi."   "Ati pipis di dapur."  "Ati pipis di (alas) karet."  Untungnya selama ini dia nggak pernah pipis di tempat tidur.

Atas saran teman yang udah pernah punya anak batita disarankan agar Melati sering diajak ke kamar mandi untuk dibiasakan pipis pada tempatnya.  Anaknya dulu tiap setengah jam diajak ke kamar mandi untuk pipis.  Tiap setengah jam ??  Apa nggak keseringan tuh ??  

Setelah memperhatikan frekuensi pipisnya Melati irma memutuskan ajak dia ke kamar mandi tiap 1.5 - 2 jam.  Juga tiap kali bangun tidur dan sebelum tidur.  Awalnya kalau diajak ke kamar mandi dia selalu bilang "Nggak mau !"  Malah kadang pake nangis.  Triknya irma kalau dia menolak begitu irma akan bilang, "Ya udah, kalau Ati nggak mau Mama aja."  Lalu irma berjalan ke kamar mandi.  Baru juga jalan satu langkah Melati akan berlari mengejar irma dan bilang, "Ati aja !"  Tanpa pake nangis.

Udah beberapa hari ini dia kasih tau kalau dia mau pipis.  "Ati mo pipis," katanya sambil memegangi celananya.  Lalu irma akan menemaninya ke kamar mandi.  Senangnya.  Jadi berkurang kewajiban ngepel ompol, hahaha.  

Tapi ... Melati belum bisa pipis secara jongkok atau duduk di potty.  Nggak tau kenapa kalau diajak jongkok atau duduk di potty, pipisnya malah nggak keluar.  Tapi begitu dia berdiri, cuuuuuuurrrr ... pipisnya langsung keluar memancur.  Setelah itu baru ia duduk di potty untuk berbasuh.  Hihihi.

Ya udah deh, nggak apa-apa.  Pelan-pelan latihannya.  Nanti-nanti pipisnya nggak pake berdiri ya.






Monday, November 19, 2012

move out ! (korban gusuran)


Nah, akhirnya berhasil juga pindahannya.  Setelah beberapa kali coba tapi gagal mulu.  Karena blog di eskrim.multiply.com akan dihapus per 1 Desember 2012 nanti maka tulisan-tulisan irma pindah ke sini.  Pfeww ... ternyata semuanya ada 931 postingan, hasil ngempi sejak 2005.

Sayangnya, nama eskrim udah ada yang pake di blogspot.  Padahal di komunitas-komunitas yang irma ikuti irma udah identik dengan eskrim.  Sampai-sampai ada teman yang lebih suka panggil irma "Eskrim" daripada panggil "irma".

Jadinya pakai nama kittybumbum, nama boneka Hello Kitty yang irma belikan untuk ultahnya Melati.  Mudah-mudahan di blog yang baru ini irma jadi rajin nulis (lagi).

Tulisan udah.  Lalu bagaimana dengan photo album ?  Pindah ke mana ya ???







Saturday, July 28, 2012

back to work !

... udah  3 bulan ini irma kembali aktif bekerja ...

Bermula info dari Teteh bahwa kantor ingin menawarkan irma jadi free-lance certifier meniru sistem yang diterapkan kantor pusat regional Asia Pasifik di Jepang.  Iseng irma berkomentar, "Wah, boleh juga tuh !"

Ternyata respon irma itu disampaikan kepada manajer sertifikasi ketika audit bersama Teteh.  Saat break makan siang manajer itu menelpon irma.  Ia mengundang irma ke kantor untuk membicarakan detil pekerjaan.  Dan kontraknya tentu saja.

Seminggu kemudian irma ke kantor.  Ketemu teman-teman lama.  Seru !  Ternyata sudah beredar issue bahwa irma akan kembali bergabung.  irma pun terbengong-bengong dihujani pertanyaan, "Jadi kapan mulai kerja lagi ??"

Weeehhhh ... kontrak kerjanya aja baru mau diomongin !

Sebulan kemudian irma mulai ngantor.  Alhamdulillah, irma diberi keleluasaan untuk mengatur jam kerja.  Yang penting target 60 berkas audit selesai direview setiap bulan tercapai.  Jadi irma bisa datang siang setelah selesai urusan rumah dan Melati.  Pulangnya juga suka-suka yang penting sebelum pegawai kantor yang terakhir pulang karena irma nggak bisa megang kunci kantor. 

Bulan pertama irma masih terseok-seok bekerja.  Setahun lebih di rumah bawaannya santai aja.  Sekarang kembali harus beradaptasi dengan target dan deadline.  Juga lalu lintas Jakarta yang ............. arrrrrrggghhhhh MENYEBALKAN !

Satu bulan bekerja, target tercapai cuma dua pertiga.  Hiks.  Untung nggak berlaku penalti.  Tapi kekurangannya harus irma selesaikan di bulan berikutnya.  Dan irma berhasil !  Yihhhhhaaaaa ...........  Bulan berikutnya irma udah terbiasa kerja.  Target pun tercapai.  Bahkan pernah jauh terlampaui. 

Lalu, bagaimana dengan Melati ??

Di sinilah irma benar-benar merasa dimudahkan.  Ketika irma bingung mencari siapa yang bisa bantu menjaga dan momong Melati selama irma kerja, Mbak Sum menawarkan dirinya.  Mbak Sum itu yang bertugas mengelola tempat irma kost dulu di Pasar Minggu.  Orangnya resik, sabar dan telaten.  Melati juga cocok dengannya.  Jadi tiap kali mau ke kantor irma antar Melati ke tempat kost di Pasar Minggu, lalu naik busway ke kantor di Kuningan.  Trus pulangnya janjian ketemu Wahyudi di Pejaten Village, kemudian jemput Melati di tempat kost.  Baru abis gitu bertiga kami pulang ke Cimanggis.  Ah senangnya.


Alhamdulillah, alangkah besar nikmat dan karunia yang engkau berikan kepadaku ya Allah ...






Sunday, November 20, 2011

makanan rumah sakit nggak enak ?


Dulu ya waktu bapaknya Wahyudi dirawat di rumah sakit beliau bilang, "Makanan (di) rumah sakit nggak ada yang enak."

irma nggak pernah menanggapi pernyataan beliau tersebut dengan serius.  Dalam benak irma, itu cuma karena beliau sedang sakit saja maka di lidah beliau makanan terasa tidak enak.  Karena beberapa kali dirawat di rumah sakit irma nggak pernah ada masalah dengan makanan di sana.  Tiap kali dihidangkan pasti habis irma makan.  Tapi irma memang punya prinsip tidak boleh menyia-nyiakan makanan.  Masih banyak orang yang nggak beruntung karena nggak bisa makan.  Jadi kalau irma diberi makanan, ya harus dihabiskan.  Itu namanya menghargai makanan.  Kecuali kalau makanannya nggak halal atau nggak bagus untuk kesehatan.

Tapi sekarang irma jadi berpikir mungkin pernyataan bapaknya Wahyudi itu benar juga.  Ini berdasarkan pengamatan irma ketika Melati dirawat di rumah sakit.

Sejak Kamis malam lalu Melati dirawat di rumah sakit karena dia dehidrasi.  Beberapa hari sebelumnya ia diare sampai 6 kali selama 20 jam.  Dibawa ke dokter, dikasih obat, diarenya berkurang.  Tapi kemudian ia muntah-muntah.  Bawa ke IGD, ternyata ia sudah kekurangan banyak cairan.  Walhasil diinfus deh.

Minggu pagi ini dokter membolehkan Melati pulang.  Senangnya.  Kondisinya sudah jauh lebih baik.  Tapi ia sulit sekali untuk makan.  Paling cuma tiga sendok makan. 

Ternyata, itu kalau di rumah sakit.

Karena waktu di rumah ia lahap sekali makan.  Meski cuma kentang dan telur rebus.  Atau nasi tim wortel dan tahu.  Terheran-heran irma cerita ke Wahyudi.  "Betul barangkali ya yang dibilang Bapak, makanan di rumah sakit nggak enak.  Itu Melati lebih suka makanan di rumah."

Wahyudi tertawa terbahak-bahak.  "Ya iyalah, dia lebih suka masakan mamanya yang dibuat dengan penuh cinta."

Oh, begitu.  Melati lebih suka masakan Mama ya ??


... semoga sehat terus ya nak, nggak sakit lagi ...

Wednesday, November 9, 2011

insensitif


... menjadi seorang ibu itu benar-benar menguras energi dan menguji kesabaran ...


Menjelang tengah malam dan Melati masih belum mau tidur.  irma udah ngantuuuuukk sekali.  Tapi Melati masih asik bermain-main.  irma melirik Wahyudi yang udah tidur sejak tadi.  Kalau besoknya kerja dia nggak bisa ikutan begadang begini.

Akhirnya irma nyerah dan merebahkan diri di kasur.  "Melati, main sendiri ya.  Mama mau tidur," irma bilang.

Udah biasa Melati ditinggal main sendiri begitu.  Biasanya kalau udah mau tidur dia akan naik ke kasur dan membaringkan diri di samping irma.

Beberapa waktu kemudian terdengar Melati menangis.  irma bangun lalu menyusuinya.  Cuma beberapa hisap aja kemudian dia main lagi.  irma pun tidur kembali.  Sebelum memejamkan mata irma sempat melirik jam di dinding.  Pukul 1 pagi.

Nggak berapa lama kemudian Melati nangis lagi.  Disusui lagi, cuma beberapa hisap lagi.  Oh mungkin dia ngantuk tapi nggak bisa tidur karena kecapekan main.  irma lalu membuai-buainya.  Tapi Melati malah berontak minta turun dari gendongan.

Terserah deh, kata irma dalam hati.  irma lalu tidur lagi.

Kemudian Melati nangis lagi.  Kali ini ia menarik-narik rambut irma.  Bukan cuma itu, dia juga memukul-mukul kepala irma.  Apaan sihh ??  irma jadi kesal.

"Melati maunya apa sihh ??  Dimimik'i nggak mau.  Dibuai-buai juga nggak mau.  Jadi maunya apa ?  Mama ngantuk nihh," irma berkata kepadanya seolah-olah ia orang dewasa yang mengerti perkataan irma.

Di hadapan irma Melati cengengesan.  Ih, bikin kesal aja.  irma lalu tiduran.  Kepala irma tutupi dengan bantal.  Melati menarik bantal itu.  Lalu ia memukul-mukul wajah irma lagi sambil menangis.  Karena kesal, irma menyentil tangannya.  Melati berhenti menangis.  Ia malah tertawa cekikikan.  Mungkin dikiranya irma mengajak ia main.

irma tiduran lagi.  Tapi Melati terus-menerus menangis dan menariki rambut irma.  Akhirnya irma pun bangkit terduduk.

"Dooooh ... kamu kenapa sihhhh ??????!!!" kesal irma berkata.

Baru terpikir oleh irma untuk memeriksa popoknya.  Oh, rupanya dia pupup !  Banyak sekali.  Dan sepertinya sudah sejak tadi waktu irma tertidur.  Pantas ia jadi rewel.  Kan nggak nyaman dia dengan popok kotor begitu.

irma lalu membawa Melati ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.  Balik ke kamar, pakaikan popok baru sekalian mengganti bajunya.  Selesai itu Melati naik ke pangkuan.  Tersenyum lalu memeluk irma.

Hiks, jadi terharu.  Juga menyesal karena tadi irma nggak sensitif dengan kebutuhan Melati.  Dia cuma ingin mengenakan pakaian bersih.

irma balas memeluk Melati.  Mendekapnya, mencium keningnya seraya mengucapkan permintaan maaf.  Badan irma bergoyang-goyang membuai Melati.  Nggak berapa lama ia tertidur dalam pelukan irma.

Melati, maaf ya Mama tidak peka kepadamu.




Friday, October 28, 2011

suami nyebelin


Kadang-kadang irma merasa Wahyudi nyebelin banget deh.

Tadi pagi waktu mau mandi ternyata air tidak keluar dari keran.  Doooh, kenapa nih ?  Jangan-jangan tangki air kosong.

Seharusnya pompa akan otomatis menyala dan mengisi tangki saat sensor memberikan alarm.  Sensor itu memantau ketinggian air di dalam tangki.  Saat mencapai batas ketinggian minimum ia akan memberikan alarm kepada pompa. 

Tapi kadang-kadang sensor tidak bekerja.  Seperti tadi pagi.  Walhasil air dalam tangki habis sehabis habisnya.

irma telpon Wahyudi, mau nanya gimana caranya memperbaiki si sensor.  Tujuh kali nelpon nggak ada satupun yang dijawab.  Ughhh pasti lagi meeting deh.  Dari pagi sampai sore meeting nggak berhenti henti.  Meeting mulu, trus kapan kerjanya ?

Jadi gimana betulin sensornya yaaa ???  Oh ya jadi ingat cerita ibu rumah sebelah.  Dia pernah cerita diajarin suaminya kalau pompa air nggak mau ngisi tangki, coba ketuk ketuk si sensor.  Pengalaman dia cuma diketuk-ketuk gitu aja sensornya mau kerja lagi.  Ngantuk kali ya si sensor. 

Tapi sensor itu di dalam tangki dan tangkinya di atas menara air.  Gimana naik ke atasnya ?  Tangga yang ada nggak sampai ke sana.  Akhirnya yang irma lakukan adalah mengguncang-guncangkan pipa air penghubung pompa dengan tangki.  Mana tau si sensor kena goyangan.

Trrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ... suara pompa setelah berkali-kali irma mengguncang-guncangkan pipa.  Alhamdulillah, akhirnya bisa mandi deh.

Pas irma mau mandi telpon berdering.  Dari Wahyudi.

"Sorry, tadi handphone ketinggalan di mobil.  Ada apa ?" tanyanya.

irma cerita tentang sensor yang mendadak mati tadi tapi sekarang udah hidup lagi setelah irma mengguncang-guncangkan pipa air.

"Aku tadinya bingung gimana mau naik ke menara airnya.  Itu menara kan tinggi sekali dan nggak ada tangga yang sampai.  Aku nggak bisa naik ke sana," irma bilang.

"Nggak bisa ?  Yah, kalah sama Maggie," Wahyudi tertawa.

"Hueeeehhhh ... dibandingin sama kucing !  Nanti kamu bilang Maggie anaknya tiga sedangkan aku anaknya satu, ya terang aja aku kalah !" irma sewot.

Di ujung telpon sana tawa Wahyudi makin berderai.

ih, nyebelin banget !


makan ikan


Tukang sayur langganan datang ke rumah sekitar jam 9.  Sejak jam 6 pagi ia mangkal di depan komplek.  Ketika matahari beranjak tinggi ia mulai keliling komplek.  Kadang kalau Melati udah bangun sepagi itu irma akan jalan ke tempat tukang sayur mangkal bersamanya.  Atau di hari libur saat Yudi ada di rumah irma akan bersepeda ke sana.

Tapi lebih sering irma menanti tukang sayur di rumah.  Karena udah siang begitu ya jadi dapatnya tinggal yang tersisa di gerobak si mamang.  Eh tapi kalau urgent dia bisa ditelpon atau sms kok sebelumnya.  Jadi pesanan irma akan ia simpankan biar tidak dibeli pelanggan lain.

Nah, beberapa hari ini yang tersedia di gerobak mamang sayur tiap kali dia ke rumah adalah ikan.  Ayam, daging, udang, cumi, habis semua.  Jadi udah beberapa hari ini menu di rumah adalah sebagai berikut :

Senin    :  Ikan kembung goreng
Selasa  :  Tuna asam pedas
Rabu     :  Balado ikan tongkol
Kamis    :  Bandeng bumbu bali
Jumat    :  Ikan kembung goreng (lagi)

Lima hari berturut-turut makan ikan.  Serasa lagi di Banda karena tiap hari makan ikan.  Eh tapi di sana nggak ada bandeng.  Kalau tuna, cakalang, tongkol, kembung, dan ikan laut lainnya sih banyaklah. 

Nggak masalah sih buat irma makan ikan tiap hari. irma memang lebih suka ikan daripada ayam.  Selain irma, si mpus di rumah pun senang.  Karena dia dapat jatah kepala ikan yang irma nggak suka.

Makan ikan tiap hari, serasa turut mensukseskan programnya Pak Fadel yang mantan Menteri Kelautan dan Perikanan.  Gemar ikan.

Ayo makan ikan !



Saturday, September 17, 2011

tanda cinta dari Melati


"Melati sekarang suka memeluk ya,"

Demikian kata Wahyudi beberapa hari yang lalu.  Yapp, bener banget.  Dan irma yang sehari-hari mendampinginya paling sering dapat pelukannya.

Saat merangkak dan lihat irma atau Wahyudi duduk dekatnya, Lenasati Melati bergegas menghampiri.  Lalu ia akan mengangkat badan dan berdiri bertumpu pada bahu kami.  Satu tangan bertumpu, tangan satu lagi melambai-lambai.  Lalu ia berseru riang seolah senang berhasil berdiri sendiri.

Namun seringkali ia bukan bertumpu pada kami.  Tapi menabrakkan dirinya ke dada lalu kedua tangannya melingkari tubuh kami.  Kepalanya bersandar di dada.  Badannya ngelendot.  Weee ... ini anak mulai manja.

Paling sering adegan tubruk dan peluk ini ia lakukan saat irma sedang menyuapinya.  Walhasil baju irma di bagian dada jadi kotor kena mulutnya yang belepotan makanan.  Sekarang nggak ada baju harian irma tanpa bercak makanan Melati.  Bercak kuning bekas wortel, bercak hijau bekas bayam, dan bercak coklat bekas kacang merah.

Ya sudahlah, anggap saja bercak itu tanda cinta dari Melati.  Kelak saat melihat bercak itu lagi irma akan mengingat saat-saat Melati memeluk irma ketika makan.  Seolah ia ingin ungkapkan, "Terima kasih Mama, makannya enak."






Tuesday, September 13, 2011

korban blackberry


Akhirnya, Wahyudi pake Blackberry juga.

Setelah sekian lama bertahan dengan Nokia E71 nya, akhirnya Wahyudi mengalah pada Blackberry.  Gara-gara tiap kali meeting manajemen di pabrik ia selalu disindir-sindir, "Cuma Pak Wahyudi nih yang nggak pake Blackberry.  Padahal semua manajer pake Blackberry.  Gimana sih, kita kan komunikasinya pake BBM."

Sebel disindir-sindir mulu akhirnya waktu ada penawaran Blackberry Gemini 1,99 juta, Wahyudi pun membelinya.  "Nggak usah beli yang mahal deh, kan yang penting bisa BBMan," begitu dia bilang.

Ternyata .............. Blackberry bikin hidup dia merana.

Gimana nggak, boss nya ngeBBMin dia mulu.  Para manajer yang lain juga.  24 jam dalam sehari dia nggak berkutik dibombardir BBM masalah kerjaan.  Tengah malam pun ia masih diBBM si boss.  Bahkan waktu lebaran kemarin dia dapat BBM disuruh ngeberesin problem di jalur produksi. 

Makanya kalau ditanya gimana rasanya pake Blackberry, Wahyudi bilang, "Blackberry hoek hoek.  Blackberry bikin kerjaan ngejer-ngejer gw."

Sebenarnya Wahyudi lebih suka pakai handphonenya yang lama.  Dia bilang dia suka sekali dengan handphone itu.  Semua aplikasinya optimum ia manfaatkan.  Lagipula Nokia E71 kesukaannya itu kado ulang tahun dari irma dua tahun lalu.



Sunday, September 11, 2011

bantal kesukaan


irma punya satu bantal kesukaan.  Warna coklat gambar beruang pake syal dikelilingi kristal-kristal salju.  Bahannya lembut, empuk, dan ukurannya pas buat dipeluk.  Pokoknya enak banget deh.  Bantal itu dulu irma beli di satu toko buku jaringan internasional yang udah nggak ada lagi di Indonesia.  Menurut labelnya bantal itu buatan Jerman.  Tumben-tumbenan.  Biasanya yang masuk ke Indonesia bikinan Cina.  Mungkin karena buatan Jerman itu maka harganya mahal.  Bukan cuma mahal.  Tapi mahal bangett.  Heran kenapa dulu kok ya irma mau beli.  Eh ternyata nggak rugi karena ternyata bantal itu nyaman sekali.

Sejak menikah bantal coklat tersebut jadi rebutan dengan Wahyudi.  Dia juga suka dengan bantal itu.  Berhubung tenaganya lebih kuat jadi lebih sering Yudi yang menang saat rebutan bantal.  Tinggal irma gigit jari melihat Yudi tidur dengan enaknya memeluk bantal coklat.  Sementara irma harus cukup puas dengan bantal lain yang nggak seenak bantal itu.

Tapi sejak ada Lenasati Melati, Yudi nggak bisa lagi menikmati bantal coklat tersebut sesering dulu.

Karena, Melati merasa itu bantal miliknya.  Saat Yudi tengah enak-enaknya menikmati bantal tersebut dengan kejam Melati merenggut bantal dari pelukannya.  Gantian sekarang Yudi yang gigit jari.  Sedangkan irma tertawa terbahak-bahak melihatnya.

Melati senang sekali dengan bantal coklat itu.  Seraya berbaring telentang, bantal ia mainkan dengan kedua tangan dan kakinya.  Mulutnya berceloteh riang.  Bantal coklat itu juga yang ia pakai saat pertama kali mengajak irma main cilukba.  Wajahnya ia tutupi dengan bantal, tiba-tiba bantal ia sampingkan lalu ia tertawa pada irma.  Lucu sekali.

Seringkali saat sedang menyusu pada irma, dengan tangan kecilnya Melati mengangsurkan bantal coklat itu kepada irma.  Matanya menatap irma seolah-olah ia ingin bilang, "Mama, pakai ini biar bahu Mama nggak sakit."

Ah, jadi terharu.  Melati tidak izinkan Wahyudi pakai bantal coklat yang enak itu tapi ia tawarkan bantal tersebut kepada irma.  Terima kasih nak, kau selamatkan bantal kesukaan Mama dari terkaman Papa.




Friday, May 27, 2011

MELATI JATUH !



Saat kami baru memiliki bayi banyak orang menyarankan kami untuk menurunkan kasur ke lantai agar jika bayi jatuh maka jatuhnya tidaklah terlalu dalam.  Tapi kami terlalu sibuk memikirkan akan dikemanakan dipannya jika kasur diturunkan ke lantai.  Tanpa terasa Lenasati Melati telah berusia 6 bulan dan makin aktif bergerak.  Guling sana guling sini.  Posisi kasur masih juga tinggi.

Tadi malam entah kenapa Melati susah sekali ditidurkan.  Ia ingin bermain-main terus meski matanya mulai sayu tanda mengantuk.  irma lalu menyusuinya sambil tiduran.  Biasanya kalau disusui dengan posisi begitu tidak lama kemudian ia tertidur.

Ternyata yang tertidur justru irma.  Hingga akhirnya irma melompat terbangun karena dikejutkan oleh suara, "BRUKKK !!!"

Sungguh, itu adalah suara paling mengerikan yang pernah irma dengar.  Karena berikutnya terdengar lengking tangis Melati.  Oh tidak, ia terjatuh !  Posisinya telentang di bawah tempat tidur.  Segera irma menggendongnya, berlari keluar kamar seraya meraung, "YUDIIIIIIIIIIIIIIII ................ MELATI JATUUUUUUUUHHHH !!!!"

Detik berikutnya Wahyudi memeluk kami berdua.  Melati masih menangis menjerit-jerit.  irma pun meratap, "Maaf, aku ketiduran.  Seharusnya aku jaga dia jangan sampai jatuh.  Maaf, maaf, maaf ..."

Wahyudi mengambil Melati dari gendongan irma.  "Sudah, kamu minum aja dulu.  Tenangkan diri kamu.  Jangan menyalahkan diri kamu begitu.  Aku juga salah.  Seharusnya sejak dulu aku turunkan kasur ini tanpa harus berpikir dipannya dikemanakan," ia mendorong irma berjalan ke meja makan.

Di meja makan irma duduk terpekur ingat cerita ibu rumah sebelah.  "Dulu waktu anak saya jatuh dari tempat tidur, kaki-kaki tempat tidurnya langsung saya potong !"  Ngerti kenapa ia bisa sampai bertindak demikian karena saat itu yang ingin irma lakukan adalah mengambil kapak dan memotong-motong dipan kami menjadi kayu bakar.  Biar musnah ia menjadi abu.

Nak, maafkan ibumu teledor menjagamu.  Sini, biarkan aku memelukmu.  Aku peluk engkau hingga rasa sakit itu hilang dan pergi.  Akan aku lakukan apa saja agar kau terlindungi dan tidak lagi kesakitan.  Maafkan aku nak, maaf.






Saturday, May 21, 2011

ASI is cool


Waktu itu ya lagi makan-makan di restoran Sunda dalam rangka ulang tahun bapaknya Wahyudi, iparnya Wahyudi bertanya kepada irma,

"Melati udah dikasi susu formula ?"

irma mengerutkan kening.  Susu formula ?  Ngapain juga pake susu formula.  "Kan Melati minum ASI, bukan susu formula," jawab irma.

"Tapi nanti kalau mamanya kerja gimana ?" tanyanya lagi.

Ya tetap ASI lah.  Emang nggak pernah tau yang namanya ASIP, ASI Perah ?

Kakak ipar itu tercengang.  Menurut dia ASIP tuh nggak praktis banget.  "Kenapa nggak susu formula aja sihh ?" keukeuh dia bertanya.

irma balik nanya, "Kenapa nggak ASI aja ?  ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi.  Nggak ada yang bisa menandinginya."

Kami terus berdebat tentang pro kontra susu formula.  irma tetap pada pendirian irma untuk memberikan ASI kepada Melati.  Nggak ada masalah kok, ASI irma ada dan mencukupi.  Perdebatan kami terhenti karena Melati merengek minta mimik.  irma pun berjalan ke sudut restoran.  Menempatkan kursi ke arah dinding, menutupi diri dengan pashmina, lalu menyusui Melati.  Melati tidak kelihatan.  Cuma terlihat kedua kakinya bergoyang-goyang tanda ia senang.

Dan sang ipar pun kembali tercengang melihat irma bisa dengan cueknya menyusui di tempat umum seperti itu.  Terdengar gumamannya, "Ih, padahal pendidikannya tinggi begitu."

Memangnya kenapa kalau aku berpendidikan tinggi ?  Apakah karena aku seorang sarjana maka aku harus mengorbankan kepentingan anakku untuk memperoleh nutrisi terbaik ?  Ih, nggak lah yaw !



Hei man, ASI is cool !

(terjemahannya dalam bahasa Sunda : Hei Ujang, ASI teh tiis !)

Monday, May 2, 2011

rambut



"Rambut, rambut siapa ini ?"

Itu becandaan irma dan Wahyudi tiap kali ia menyapu.  Pembagian tugas di rumah, irma masak dan ngurus Melati sedangkan Wahyudi bersih-bersih termasuk nyapu dan ngepel.  Akhir-akhir ini tiap kali dia menyapu pasti banyak ditemukan rambut.

Rambut siapa lagi kalau bukan rambutnya irma.

Ma Oen pernah bilang, "Nanti kalau anakmu udah mulai suka main-main ludah, rambutmu bakalan rontok."  Nggak tau apa hubungannya antara main ludah dengan rambut rontok, yang jelas sekarang memang Melati lagi suka nyembur-nyemburin ludah dan rambut irma rontok banyaaaaaakk sekali.  Setiap hari bisa sampai segenggam tangan.

Hm, waktunya memendekkan rambut nih.


Friday, April 29, 2011

he made me blushing


irma bukanlah penggemar gadget.

Jadi saat teman-teman pada memperbaharui handphone mereka dengan Blackberry atau smartphone lainnya, irma tetap bertahan dengan handphone lama yang cuma bisa buat nelpon dan smsan.  Dan dengerin radio.  Itu fitur yang penting bagi irma.

Tapi karena kemampuannya terbatas begitu jadi handphone irma nggak bisa terima MMS dengan ukuran file photo yang besar.  Seperti kemarin waktu Wahyudi mengirim empat MMS ke handphone irma.  Ia mengirim photo Melati yang katanya mirip sekali dengan irma.

"Yaaaa ... handphonenya Yudi kan smartphone, handphonenya irma asalbisatelpon," sms irma.  Dalam hati irma menambahkan, ngapain sih ngirim MMS kan nanti juga bisa kasih lihat di rumah.

Nggak berapa lama masuk sms Wahyudi yang bikin pipi irma memerah.  "Hehehe, kalau orangnya udah smart, ngapain juga pake handphone yang smart."

He eh, (menurut dia) aku cerdas ya ???





Thursday, April 7, 2011

bulimia


Seperti bayi-bayi lainnya Melati pun suka memasukkan tangan ke dalam mulut.

Tapi seringkali bukan sekedar jari yang dia emut.  Melainkan sekepalan tangan masuk ke dalam mulutnya.  Kadang-kadang malah masuknya dalaaam sekali sampai ke pangkal tenggorokan sehingga ia tersedak dan muntah.  Kalau udah gitu ia akan menangis dan minta mimik banyak-banyak.

Heran.  Kecil-kecil kok ya bulimia.


diprotes suami


Wahyudi suka sekali tempe.

Jadi hampir tiap hari irma masak tempe untuknya.  Diorek, dioseng, atau cuma digoreng aja.  Kemarin irma bikin tempe goreng untuk melengkapi ayam bumbu bali.

Sebelum makan malam Wahyudi sempat menghilang.  Rupanya ia ke rumah sebelah untuk memetik cabe di halamannya.  Tentunya dengan seizin pemilik rumah.

"irma nggak suka sambal ya ?" tanya Wahyudi saat ia mengulek cabe.
"Nggak," jawab irma.
"Tapi kan Mama suka sambal."
"Iya."
"Suamimu juga suka sambal."
"Jadi ... ??"
"Ya bikinin dong !"

Oh, begitu.  Ya deh, lain kali kalau masak tempe goreng lagi irma bikinin sambalnya.  Doooh ... padahal sebenarnya irma tuh paling males ngulek lho !



the last day


Secara resmi mulai tanggal 1 April 2011 irma bukan lagi karyawan  TRID.  Hari itu irma ke kantor untuk mengembalikan kunci loker.  Hari itu pula pertama kalinya irma ke kantor setelah cuti selama 4 bulan 6 hari.  Karena irma masih punya cuti tahunan sebanyak 25 hari maka irma bisa cuti selama itu setelah melahirkan.

"IRMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA .......... !"

Seorang rekan kerja berseru keras saat melihat irma memasuki kantor sore itu.  Langsung rekan-rekan lain pun menghampiri.  Weih, tumben-tumbenan para auditor lagi pada di kantor.  Bahkan seorang welding engineer yang jaraaaaaaang sekali di kantor, hari itu pun dia ada.  Cuma boss-boss besar aja yang nggak ada. 

Senangnya ketemu teman-teman.  Mereka pada menyalami dan memeluk irma.  Kecuali rekan-rekan cowok.  Mereka hanya menyalami saja.  Atau menepuk bahu.  Ya nggak mungkin lah mereka memeluk irma apalagi sampai cium pipi kiri pipi kanan secara irma nggak terbiasa lakukan itu dengan lawan jenis.

Selain irma tentu yang mencuri banyak perhatian adalah Melati.  Beberapa kali ia berpindah tangan dari satu rekan ke rekan lain.  Semua terkagum-kagum dengan rambutnya.  Dan sikapnya yang tidak panik saat mereka gendong.  Melati hanya memandangi mereka dengan matanya yang membulat, seolah merekam wajah-wajah mereka dalam ingatannya.

"Buuuuuuuu ... jangan resign deh Bu !  Dedeknya dibawa ke kantor aja, biar kita-kita yang njagain.  Banyak kok yang mau jadi baby sitternya.  Tapi Ibu jangan resign ya ?" pinta anak-anak admin. 

irma hanya tersenyum menanggapi permintaan mereka.  Tapi dalam hati irma terharu.  Weiiii ... nggak nyangka, mereka begitu mencintai irma.

Ada rekan-rekan yang menyesali keputusan irma untuk resign.  Namun banyak pula yang bersimpati dengan pilihan irma untuk mendampingi Melati di usia keemasannya.


... after 10 years 4 months being a TRID auditor, it is a high time for me to take a break ...



naik angkot


Rabu tanggal 30 Maret 2011.  Hanya tinggal hari itu dan besoknya waktu penyerahan SPT Orang Pribadi tahun 2010.  irma pun berangkat dari rumah untuk menunaikan kewajiban wajib pajak tersebut.

Dari rumah pake taksi ke RS Hermina Depok untuk mengambil akte lahirnya Melati.  Udah lama sih jadinya.  Tapi baru kali itu diambilnya karena kalau keluar rumah cuma buat satu tujuan aja rasanya males banget.  Beres ambil akte terus ke Margo City buat masukan SPT OP ke drop box yang dibuka di sana.

Dari Hermina ke Margo City naik angkot 04 jurusan Depok Timur - Pasar Minggu.

Sengaja pilih angkotnya yang sepi karena irma bawa bayi.  Dan yang penting, nggak ada orang yang ngerokok !  Beruntung banget nggak perlu lama nunggu angkot di seberang Hermina karena kemudian datang angkot 04 dengan penumpang cuma lima orang.  Perempuan semua lagi.  irma pilih tempat duduk yang nyaman biar Melati nggak terkena angin.

Penumpangnya sih sepi tapi supir angkotnya bawa mobil secara ajrut-ajrutan.  Beberapa kali ia menyalip kendaraan lain.  TOOOOOOOOOOOOOOOOOOTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT ........  satu bis patas AC membunyikan klakson ketika disalip angkot tersebut.

"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ........... !!!!!!" Melati menangis keras.  Oh, rupanya dia terkejut dengar suara klakson bis itu.  irma pun membujuk dan memeluknya lebih erat.  Alhamdulillah Melati segera tenang kembali.  Agar tidak terlalu keberisikan telinganya irma tutupi dengan selimut.  Nggak pake topi abisnya Melati nggak suka jika kepalanya tertutup.

Turun di depan Detos.  Naik tangga penyeberangan menuju Margo City di seberangnya.  Yah, mobil yang melayani ngangkut pengunjung mal ke lobby udah berangkat.  Jadi irma berjalan kaki menyusuri selasar.  Untung matahari tersembunyi di balik awan jadi hari nggak begitu panas.

Beres urusan SPT OP irma dan Melati lalu pulang pake taksi.  Dalam perjalanan irma sms Wahyudi, cerita hari itu pertama kalinya Melati naik angkot.

"Ohoiii ... mantapp !!" komentarnya.

Iya sih, tapi emaknya yang stress.