Wednesday, February 21, 2007

Ketika cinta telah hilang

Seorang rekan kerja irma sedang menjalani proses cerai.  Berkali-kali dia bolak-balik dipanggil sidang pengadilan agama.  Yang bikin irma heran, belum juga hakim mengetuk palu mengesahkan perceraiannya, dia sudah sibuk mencari istri baru.  Alasannya, dia perlu seseorang untuk mengurus dirinya.  Lagipula calon mantan istrinya juga sudah mempunyai calon suami baru.  Halah !


 


Sekali waktu dia datang ke kantor siang hari dengan wajah kusut.  Rupanya ia baru menghadiri sidang di pagi harinya.  Kali itu yang dibahas mengenai pembagian harta gono-gini.  Belum ada kata sepakat antara kedua belah pihak.  Yang diperebutkan adalah mobil.  Komentar irma, ‘Ya jual aja mobilnya.  Uangnya dibagi dua.  Beres kan ?’


 


‘Nggak segampang itu ir,’ kata rekan tersebut.  Lalu mengalirlah dari mulutnya keluh kesah mengenai sang istri.  Tercengang-cengang irma mendengarnya.  Astaga, bagaimana bisa ia menilai istrinya seburuk itu ??  Apakah selama lima belas tahun pernikahan mereka, tidak ada satupun kebaikan dari sang istri yang membekas di hatinya ??  Ketika dia sakit dan kehilangan pekerjaan, bukankah istrinya yang menyokong dia ??  Ke mana cinta dan rasa sayang itu ??  Hilang ??


 


Hmm, kadang irma bingung, bagaimana bisa dua orang yang memutuskan untuk bersatu, kemudian memutuskan untuk berpisah ?  Apalagi mereka telah lama arungi hidup bersama.  Lima belas tahun.  Bukan waktu yang singkat untuk mengenal seseorang begitu dekat.


 


Yaah … tapi seperti yang sering dibilang sama teman-teman irma yang lebih bijak, ‘Mungkin memang bukan jodohnya.’  Kalau begitu, bagaimana kita bisa tau bahwa orang yang kita pilih adalah jodoh kita ? 


 


 

5 comments:

  1. prihatin. memang kalo udah kesel yg jelek2nya keluar semua. kebaikannya terlupa semua. serem yah. tapi aku sekarang kalo lagi sedikit beda pendapat ma suami, inget2 kebaikannya. cepet ilang lho jengkelnya..

    ReplyDelete
  2. iya, ingat yang bagus dan menyenangkan aja. kalau jelek, tiap orang juga pasti punya. termasuk kita juga *ngaca diri sendiri*

    ReplyDelete
  3. hhmm... masih ada ga ya "and they live happily forever ever after"?

    ReplyDelete
  4. ada, kalau ceritanya diawali dengan 'Once upon a time ...' ;D

    ReplyDelete